Peran Ambience Sebagai Pembentuk Perilaku Pengunjung Kafe Zangrandi di Surabaya

Authors

  • Shannon Vica Universitas Kristen Petra

DOI:

https://doi.org/10.9744/dimensiinterior.18.2.%25p

Keywords:

ambience ruang, persepsi, perilaku pengunjung, kafe

Abstract

Ambience ruang dalam konsep servicescape tidak terbatas pada pembentukan kualitas estetis, tetapi turut menentukan respons emosional dan perilaku pengunjung kafe. Penelitian ini mengambil Kafe Zangrandi cabang Yos Sudarso di Surabaya sebagai objek kajian. Pemilihan objek didasarkan pada lokasinya yang strategis di tepi jalan utama, penggunaan bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis, reputasi kafe yang telah dikenal masyarakat, serta ketertarikan peneliti terhadap objek tersebut. Kajian ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai keterkaitan antara ambience ruang dengan persepsi dan perilaku pengunjung. Penelitian menerapkan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan kuesioner digunakan untuk melengkapi data penelitian. Hasil kajian memperlihatkan bahwa konsistensi suasana ruang dapat membangun respons emosional, memperpanjang durasi kunjungan, serta mendorong keinginan pengunjung untuk kembali. Berdasarkan temuan tersebut, ambience ruang memiliki kontribusi penting dalam menciptakan kenyamanan dan membentuk perilaku positif pengunjung kafe.

References

Aisha, H., & Bachtiar, J. C. U. (2020). Korelasi antara Atribut Restoran, Kegiatan dan Motivasi Pengunjung. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 9(4), 162-171. https://doi.org/10.32315/jlbi.v9i4.39.

Aisha, H., & Bachtiar, J. C. U. (2021). Preferensi Desain Tempat Makan menurut Kelompok Pengunjung Utilitarian, Hedonik, dan Hibrid. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 10(4), 163-168. htpps://doi.org/10.32315.jlbi.v10i4.6.

Barber, N., & Scarcelli, J. M. (2010). Enhancing the Assessment of Tangible Service Quality through the Creation of a Cleanliness Measurement Scale. Managing Service Quality, 20(1), 70-88. https://doi.org/10.1108/09604521011011630.

Bitner, M. J. (1992). Servicescapes: The Impact of Physical Surroundings on Customers and Employees. Journal of Marketing, 56(2), 57–71. https://doi.org/10.2307/1252042.

Chang, H. J., Eckman, M., & Yan, R. N. (2011). Application of the Stimulus–Organism–Response Model to the Retail Environment: The Role of Hedonic Motivation in Impulse Buying Behavior. The International Review of Retail, Distribution and Consumer Research, 21(3), 233-249. https://doi.org/10.1080/09503060.2011.578.

Creswell, J. (2016). Research in Education: Design, Conduct and Evaluation of Quantitative and Qualitative Research (Translated by Kouvarakou, N.). Ion (Year of Publication of the Original 2005), Athens.

Farasa, N., & Kusuma, H. E. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebetahan di Kafe: Perbedaan Preferensi Gender dan Motivasi. Conference: Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2015, 1, 29–34.

Hasan, I. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia.

Hidjaz, T. (2004). Terbentuknya Citra dalam Konteks Suasana Ruang. Jurnal Dimensi Interior, 2(1), 51-65. https://doi.org/10.9744/interior.2.1.pp.%2051-65.

Hidjaz, T. (2011). Interaksi Perilaku dan Suasana ruang di Perkantoran Kasus di 2 Lokasi Kantor Pusat PT. Telkom, Bandung. Jurnal Itenas: Desain dan Seni Rupa (Rekarupa), 1(1), 13-27.

Honggowidjaja, S. P. (2003). Pengaruh Signifikan Tata Cahaya pada Desain Interior. Jurnal Dimensi Interior, 1(1), 1-15. https://doi.org/10.9744/interior.1.1.pp.1-15.

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Kerlinger, F. N. (1986). Foundations of Behavioral Research (3rd ed.). Holt, Rinehart and Winston, New York.

Krasner, L., & Ullmann, L. P. (1969). A Psychological Approach to Abnormal Behavior. New Jersey: Prentice-Hall.

Krier, R. (2001). Komposisi Arsitektur (Diterjemahkan oleh Effendi Setiadharma). Jakarta: Erlangga.

Mashuri, M. (2007). Penggunaan Akustika Luar-Ruangan dalam Menanggulangi Kebisingan pada Bangunan. Jurnal Smartek, 5(3), 196-206. https://media.neliti.com/media/publications/222284-penggunaan-akustikaluar-ruangan-dalam-m.pdf.

Mehrabian, A., & Russell, J. A. (1974). An Approach to Environmental Psychology. MIT Press.

Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Oliveira, C. C.d., Rupp, R. F., & Ghisi, E. (2021). Assessment of Air Quality Perception and Its Effects on User”s Thermal Comfort in Office Buildings. Sci, 3, 47. https://doi.org/10.3390/sci3040047.

Orth, U. R., Heinrich, F., & Malkewitz, K. (2012). Servicescape Interior Design and Consumers’ Personality Impressions. Journal of Services Marketing, 26(3), 194-203. https://doi.orf/10.1108/08876041211223997.

Panero, J., & Zelnik, M. (1979). Human Dimension and Interior Space. Whitney Library of Design New York. Watson-Guptill Publications.

Pranajaya, A. R., & Warganegara, T. L. P. (2024). Pengaruh Suasana Café, Lokasi dan Inovasi terhadap Minat Beli di Bengkel Kopi Bandar Lampung. Jurnal EMT KITA (Indonesian Journal for the Economics, Management adn Technology), 8(3), 1153-1164. https://doi.org/10.35870/emt.v8i3.2680.

Putranto, D., & Himawati, P. E. (2025). Analisis Perilaku Konsumen dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian serta Kepuasan Pelanggan di Djenak Dine and Chill Restaurant Klaten. Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik, 3(2), 64-72. https://doi.org/10.3333/lbs.v11i2.98.

Rahmadi, N., Syahbandi, S., Heriyadi, H., & Pebrianti, W. (2025). Café Atmosphere, Food Quality, and Variety: Impact on Revisit Intention via Customer Satisfaction. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(6), 80-97. https://doi.org/10.5281/zenodo.15791290.

Razak, H., Gandarum, D. N., & Juwana, J. S. (2015). Pengaruh Karakteristik Ventilasi dan Lingkungan terhadap Tingkat Kenyamanan Termal Ruang Kelas SMPN di Jakarta Selatan. AGORA Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 15(2), 1-18. https://doi.org/10.25105/agora.v15i2.2024.

Rekap Data Antropometri Indonesia. 2017. The Largest Anthropometric Data in Indonesia. Diakses dari: http://antropometriindonesia.com.

Ryu, K. (2008). DINESCAPE: A scale for Customers’ Perception of Dining Environments. Journal of Foodservice Business Research, 11(1), 2–22. https://doi.org/10.1080/15378020801926551.

Sarihati, T., Widodo, P., & Widihardjo, W. (2015). Penerapan Elemen-Elemen Interior sebagai Pembentuk Suasana Ruang Etnik Jawa pada Restoran Boemi Joglo. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 3(3), 208–222. https://doi.org/10.26742/atrat.v3i3.370.

Stefani, E. D., Gazin, A. D., & Ticca, A. C. (2019). Space in Social Interaction. An Introduction. Bulletin Suisse de Linguistique Appliquee, 96, 1-14. Centre de linguistique Appliquee, Universite de Neuchatel.

Sugiyono (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Yuhanda, M., Nurmalitasari, G. (2025). Pengaruh Tata Letak dan Sirkulasi Ruang terhadap Keterlibatan Pengunjung: Studi Kasus Museum Fatahillah. Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 2(5), 1-13. https://doi.org/10.62383/abstrak.v2i5.923

Downloads

Published

2026-08-03