Implementasi Budaya Waigeo pada Desain Interior Raflow Resort di Raja Ampat, Papua Barat Daya
DOI:
https://doi.org/10.9744/dimensiinterior.18.1.%25pKeywords:
Interior , Resort, Budaya, Waigeo, Raja AmpatAbstract
Raflow Resort terletak di Pulau Waigeo, Kepulauan Raja Ampat, dengan posisi strategis yang berdekatan dengan bandara serta sejumlah destinasi wisata utama, sehingga berpotensi menjadi akomodasi pilihan bagi wisatawan lokal maupun internasional. Pulau Waigeo merupakan salah satu pulau utama di Raja Ampat yang memiliki keberagaman suku dan ekspresi budaya lokal yang khas. Keberagaman tersebut membuka peluang penerapan nilai budaya lokal Waigeo dalam perancangan interior sebagai elemen pembentuk identitas ruang sekaligus sarana promosi budaya daerah. Perancangan interior Raflow Resort diarahkan pada penguatan karakter lokal melalui pemanfaatan potensi material setempat yang ramah lingkungan, efisien, dan mendukung kenyamanan pengguna, tanpa mengabaikan nilai estetika serta keberlanjutan budaya. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep dan solusi desain interior yang mengintegrasikan budaya lokal Waigeo dengan konteks lingkungan pesisir Raja Ampat, serta mengoptimalkan potensi lokal di sekitar kawasan pantai sebagai elemen interior. Metode perancangan menggunakan pendekatan design thinking yang mencakup tahapan understand, observe, point of view, ideate, prototype, dan test. Pendekatan ini mampu menghasilkan desain interior resort yang kontekstual, berkelanjutan, serta memperkuat daya tarik wisata berbasis identitas lokal.
References
Andini, F. A., & Aufa, N. (2023). Resort Pantai Batakan Baru. Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Lanting, 12(1), 21-37. https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v12i1.1779.
Ap, A. R. (2018). Snap mor (tradisi penangkapan ikan masyarakat Biak). Jurnal Ilmu Budaya, 6(2), 196–206 https://doi.org/10.34050/jib.v6i2.5459
Darsiharjo, D., & Nurazizah, G. R. (2014). Konsep resort yang berkelanjutan (kasus resort di Indonesia). Jurnal Manajemen Resort dan Leisure, 11(2), 1–6.
Feuilletau de Bruyn, W. K. H. (1920). Schouten-eilanden en de Padaido-groep (Mededeelingen van het Bureau voor de Bestuurzaken der Buitengewesten, No. 21). Encyclopaedisch Bureau.
Geopark Raja Ampat. (2022). Zamrud karst khatulistiwa. https://rajaampatgeopark.com/id/
Hess, S., Larsen, S. N., & Leisher, C. (2011). TNC Raja Ampat Marine Protected Area: Perception monitoring trend analysis. The Nature Conservancy.
Immaculata, M., Wardani, L. K., & Frans, S. M. (2019). Implementasi Konsep Eksistensi, Inovasi, Regenerasi pada Interior Pusat Komunitas Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara di Surabaya. Dimensi Interior, 17(1), 10-17. https://doi.org/10.9744/interior.17.1.10-17
Kalonica, K., Kusumarini, Y., & Rakhmawati, A. (2019). Identifikasi Penerapan Biophilic Design pada Interior Fasilitas Pendidikan Tinggi. Dimensi Interior.
Mambrisaw, A., Wurlianty, B., Liuw, F., & Hamel, S. (2006). Atlas sumber daya pesisir Kabupaten Raja Ampat. Conservation International Indonesia.
Mansoben, J. R. (1995). Sistem politik tradisional di Irian Jaya. (No Title)
Maruapey, A., Kamaluddin, K., Lestaluhu, R., Saeni, F., & Saeni, A. (2025). Kearifan lokal “Kabus” dalam perlindungan sumber daya alam: Studi Suku Beser Betew di Kampung Tolobi Distrik Kofiau Kabupaten Raja Ampat. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial, 11(1), 295–307.
Portal Kabupaten Raja Ampat. (2023). Lambang daerah. https://rajaampatkab.go.id/2023/09/18/lambang-daerah/
Putra, Y. A. P., & Kurniawan, M. A. (2020). Resort di Pulau Nusa Lembongan dengan pendekatan green architecture dan pola rumah adat Bali. Jurnal Arsitektur Grid, 2(2), 55–61.
Rumbekwan, A., Sulistiyono, S. T., Rochwulaningsih, Y., Susilowati, E., Ali, I., & Masruroh, N. N. (2025). “Wairon and Waimansusu”: War boat and trade boat of the Biak people in Papua-Indonesia. E3S Web of Conferences, 605, 03063.
Rumbewas, V. P., Hidaya, N., & Pabalik, D. (2017). Pengaruh modernisasi terhadap dinamika kebudayaan masyarakat Suku Maya Kabupaten Raja Ampat. Jurnal GRADUAL: Governance Administration and Public Service, 6(1), 114–122.
Setyabudi, A. (2021). Model pemberdayaan masyarakat daerah penyangga kawasan suaka alam (studi kasus di kawasan Cagar Alam Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat). Jurnal Good Governance.
Sudarmono, S. (2018). Etnomedisin masyarakat Warsamdin, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Proceeding of Biology Education, 2(1), 50–58.
Sukendar, H. (1998). Pusaka wisata budaya perahu tradisional Nusantara. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2002 tentang pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Teluk Wondama di Provinsi Papua. (2002). https://peraturan.bpk.go.id/Details/44483.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Louise Lorraine Lasut

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Articles published in Dimensi Interior is distributed under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution License (CC BY). This allows for immediate free access to the work and permits any user to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of articles, crawl them for indexing, pass them as data to software, or use them for any other lawful purpose.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY).

