Konsep Kenyamanan dan Kebersamaan Jemaat pada Interior Gereja Kristen Indonesia di Sidoarjo

Authors

  • Jennifer Ridhwan Universitas Kristen Petra
  • Grace Setiati Kattu Universitas Kristen Petra

DOI:

https://doi.org/10.9744/dimensiinterior.18.2.%25p

Keywords:

desain interior gereja, kenyamanan ruang, kebersamaan jemaat

Abstract

Interior gereja memiliki peran penting dalam mendukung pengalaman spiritual, kenyamanan emosional, serta interaksi sosial jemaat dalam aktivitas ibadah bersama. Penelitian ini bertujuan merancang ulang interior Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sidoarjo yang lebih aman, nyaman, dan kontekstual terhadap berbagai kebutuhan aktivitas jemaat. Penelitian menggunakan metode design thinking melalui tahapan understand, observe, point of view, ideate, dan prototype dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, analisis ruang, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan penerapan tata ruang yang adaptif, pengaturan sirkulasi yang lebih aman, serta penggunaan strategi visual melalui pencahayaan, warna, material, dan elemen interior, mampu menciptakan suasana ruang yang harmonis, inklusif, dan mendukung kekhusyukan ibadah maupun interaksi sosial jemaat. Pendekatan desain yang berorientasi pada kebutuhan pengguna menghasilkan ruang yang lebih responsif terhadap aktivitas spiritual, edukatif, dan komunal pada setiap area gereja. Dengan demikian, desain interior gereja tidak hanya berfungsi sebagai pembentuk kualitas visual ruang, tetapi juga sebagai media yang mendukung kenyamanan fisik, emosional, dan spiritual jemaat.

References

Baku, E. (2013). Tradition and liturgy: Centralising Tendencies of Lutheran Church Architecture in Hungary During the Interwar Period. Periodica Polytechnica Architecture, 44(1), 1-8. https://doi.org/10.3311/PPar.7297.

Holmes, D. (2014). Lighting for the Built Environment: Places of Worship. Chartered Institution of Building Services Engineers, London, England.

Brown, T. (2008). Design Thinking. Harvard Business Review.

Ozler, K. A., Hidayetoglu, M. L., & Yildirim, K. (2023). Effect of Wall Colors and Usage Rates on the Perception of Interior Spaces. Journal of Science, 36(3), 965-982. https://10.35378/gujs.1120440.

Widmer, S. (2024). Designing Children’s Ministry Spaces: 4 Priorities to Help Your Church Flourish. https://catalystbuilds.com/blog/construction/designing-childrens-ministry-spaces-4-priorities-to-help-your-church-flourish/.

Fitriyana, N. (2014). Sejarah Singkat Gereja Perdana [PDF]. Jurnal Ilmu Agama UIN Raden Fatah, 15(1), 147-192. https://media.neliti.com/media/publications/98701-ID-sejarah-singkat-gereja-perdana.pdf

Lang, J. (1987). Creating Architectural Theory: The role of the Behavioral Sciences in Environmental Design. Van Nostrand Reinhold, New York.

Naibaho, P. D. R. (2023). Kajian Kenyamanan Visual dalam Rumah Ibadah Katolik. ALUR: Jurnal Arsitektur, 6(1), 47–56. https://doi.org/10.54367/alur.v6i1.2658.

Panero, J. & Zelnik, M. (1979). Human Dimension and Interior Space. New York: Watson-Guptill Publications.

Rafi, A., Eni, S. P., & Pasaribu, R. P. (2025). Evaluasi Konsep Ramah Anak berdasarkan Teori Gestalt pada Tekstur Desain Fungsi Ruang di Lingkungan Ruang Dalam Hunian Vertikal (Studi Kasus Rumah Susun di Kota Kendari). Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ), 6(2), 577-587. Https://doi.org/10.54297/sciej.v6i2.1292.

Simon, H. A. (1969). The Sciences of the Artificial. Third Edition. The MIT Press, London, England.

Valentia, V., Wibowo, M., & Wondo, D. (2013). Konsep Perancangan Interior Ruang Kelas Sekolah Minggu Gereja GPdI di Sidoarjo. Intra: Jurnal Desain Interior, 1(2), 1-17.

Zeisel, J. (2006). Inquiry by Design: Environment/Behavior/Neuroscience in Architecture, Interiors, Landscape, and Planning, W. W. Norton & Co., New York.

Downloads

Published

2026-08-03